Sabtu, 09 Februari 2013

TEORI PUISI



JENIS PUISI
A.Pengertian puisi lama
Salah satu warisan budaya lama yang berupa karangan,berisi pesan-pesan  moral dan nasihat yang terikat oleh syarat-syarat tertentu.Syarat tersebut meliputi:
1)    Jumlah baris dalam tiap bait sama
2)    Jumlah kata/suku kata dalam tiap baris
3)    Adanya rima/persamaan bunyi(bunyi a dan bunyi b)
4)    Adanya irama
B.Ciri-ciri Puisi Lama(Sastra Lama)
1)    Bersifat anonim, artinya tidak diketahui nama pengarangnya
2)    Merupakan milik bersama masyarakat
3)    Muncul karena adat dan kepercayaan masyarakat
4)    Bersifat istanasentris(isi cerita berkisah kerajaan)
5)    Dipublikasikan atau disebarkan secara lisan
6)    Menggunakan bahasa klise(bentuk bahasa yang dipergunakan tetap atau monoton)
C.Puisi Lama dibagi menjadi:
a.    Pantun
b.    Syair
c.    Gurindam
d.    Talibun
e.    Karmina
f.     Seloka
g.    Bidal
h.    Mantra

Ø  Pantun
Pantu berarti  ibarat, umpama, misal. Pantun termasuk puisi asli Indonesia. Pantun sangat populer dikalangan masyarakat, berisi sindiran, nasihat, perkenalan, dan lain-lain.
Perkataan pantun berarti; bagai, seperti, ibarat, umpama, laksana. Bentuk pantun merupakan kesusasteraanhasil karya bangsa Indonesia.Syarat-syarat:
1.    Tiap bait terdiri atas empat baris
2.    Tiap-tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata
3.    Sajaknya, sajak Sengkelang
4.    Berumus a,b,a,b
            Pantun dapat dipergunakan untuk menyatakan segala macam perasaan atau curahan hati,baik untuk menyatakan perasaan senang,sedih,benci,jenaka,ataupun untuk menyatakan nasihat agama,adat,dan sebagainya yang dapat dipergunakan oleh semua umur;baik anak-anak,pemuda-pemudi,ataupaun orang tua.
Berdasarkan isinya,pantun terbagi atas:
1.    Pantun anak-anak
a.Pantun bersukacita
b.Pantun berdukacita
2.    Pantun muda-mudi
a.Pantun nasib atau pantun dagang
b.Pantun perhubungan
  1.Pantun berkenalan
  2.Pantun berkasih-kasihan
  3.Pantun berceraian
  4.Pantun beriba hati
  5.Pantun jenaka
  6.Pantun teka-teki
3.    Pantun tua
a.Pantun adat
b.Pantun agama
c.Pantun nasihat
Beberapa contoh pantun:
v  Pantun kanak-kanak bersukacita
Di bawa itik pulang petang (a)
Dapat rumput bilang-bilang (b)
Melihat ibu sudah datang (a)
Hati cemas jadi hilang (b)

v  Pantun kanak-kanak berdukacita
Lurus jalan ke Payakumbuh (a)
Kaya jati bertimbal jalan (b)
Dimana hati tidaklah rusuh (a)
Ibu mati bapak berjalan (b)
-Karakteristik membuat pantun:
1)    Tiap bait terdiri atas 4 baris
2)    Tiap baris terdiri atas 6-10 suku kata
3)    Menggunakan rumus sajak(persamaan bunyi)a,b,a,b
4)    Mmempunyai sampiran (baris1 &2),dan isi (baris 3&4)
5)    Sampiran berisi penggambaran lukisan alam/keadaan
6)    Isi berisi maksud sesungguhnya dari penggambaran curahan hati penulsinya
-Hal-hal yang terdapat di dalam pantun;
a)    Sajak:persamaan bunyi pada kata-kata dalam suatu puisi.
b)    Irama/ritme:pertentangan suara tinggi-rendah,keras-lembut,panjang-pendek,berulang-ulang secara teratur.
c)    Metrum:rangka alun bunyi dalam puisi.
d)    Bait:kebulatan arti dan irama dalam suatu kuplet.
Syarat Pantun:
a)    Setiap bait terdiri dari 4 baris
b)    Setiap baris terdiri dari 4-5 kata dan 8-12 suku kata
c)    Baris 1 dan 2 sampiran dan baris 3 dan 4 isi
d)    Rumus sajak/berirama(ab,ab)
 Pantun berdasarkan isinya terbagi menjadi:
1)    Pantun anak-anak
§  Pantun bersuka cita
§  Pantun berduka cita

2)    Pantun Muda-Mudi:
§  Pantun nasib
§  Pantun perhubungan
·         Pantun perkenalan
·         Pantun percintaan
·         Pantun perpisahan
·         Pantun beriba hati

3)    Pantun Orang tua:
·         Pantun nasihat
·         Pantun adat
·         Pantun agama
4)    Pantun Teka-Teki

5)    Pantun Jenaka

ü  Contoh Pantun Berduka Cita
Anak nelayan menangkap pari
Sampannya karam terlanggar karang
Sungguh malang nasibku ini
Ayah pergi ibu berpulang

ü  Contoh Pantun Nasihat
Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sepuluh
Menuntut ilmu bersungguh-sungguh
Supaya jangan ketinggalan

Ø  Syair
Pengertian dan contoh syair adalah salah satu jenis puisi lama. Ia berasal dari Persia (sekarang Iran) dan telah dibawa masuk ke Nusantara bersama-sama dengan kedatangan Islam. Kata syair berasal dari bahasa Arab syu’ur yang berarti perasaan. Kata syu’ur berkembang menjadi kata syi’ru yang berarti puisi dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain: Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.
Syair(berasal dari sastra Arab)dari kata “syu’ur” artinya perasaan.Syair terdiri atas empat baris,berisi nasihat ,dongen/cerita.Syair mengutamakan isi. Ciri-ciri syair:
1)    Setiap bait terdiri dari 4 baris
2)    Setiap baris terdiri 4-5 kata dan 8-12 suku kata
3)    Terdapat persamaan bunyi/sajak akhir sama
4)    Tidak ada sampiran/semuanya merupakan isi
5)    Setiap bait saling berhubungan
6)    Berisi dongeng/cerita
Menurut isinya, syair dapat dibagi menjadi lima golongan, sebagai berikut.
1. Syair Panji
Syair panji menceritakan tentang keadaan yang terjadi dalam istana dan keadaan orang-orang yang berada atau berasal dari dalam istana. Contoh syair panji adalah Syair Ken Tambuhan yang menceritakan tentang seorang putri bernama Ken Tambuhan yang dijadikan persembahan kepada Sang Ratu Kauripan.
2. Syair Romantis
Syair romantis berisi tentang percintaan yang biasanya terdapat pada cerita pelipur lara, hikayat, maupun cerita rakyat. Contoh syair romantis yakni Syair Bidasari yang menceritakan tentang seorang putri raja yang telah dibuang ibunya. Setelah beberapa lama ia dicari Putra Bangsawan (saudaranya) untuk bertemu dengan ibunya. Pertemuan pun terjadi dan akhirnya Bidasari memaafkan ibunya, yang telah membuang dirinya.
3. Syair Kiasan
Syair kiasan berisi tentang percintaan ikan, burung, bunga atau buah-buahan. Percintaan tersebut merupakan kiasan atau sindiran terhadap peristiwa tertentu. Contoh syair kiasan adalah Syair Burung Pungguk yang isinya menceritakan tentang percintaan yang gagal akibat perbedaan pangkat, atau seperti perumpamaan “seperti pungguk merindukan bulan”.
4. Syair Sejarah
Syair sejarah adalah syair yang berdasarkan peristiwa sejarah. Sebagian besar syair sejarah berisi tentang peperangan. Contoh syair sejarah adalah Syair Perang Mengkasar (dahulu bernama Syair Sipelman), berisi tentang perang antara orang-orang Makassar dengan Belanda. Syair berbahasa Arab yang tercatat paling tua di Nusantara adalah catatan di batu nisan Sultan Malik al Saleh di Aceh, bertarikh 1297 M.
5. Syair Agama
Syair agama merupakan syair terpenting. Syair agama dibagi menjadi empat yaitu: (a) syair sufi, (b) syair tentang ajaran Islam, (c) syair riwayatcerita nabi, dan (d) syair nasihat.
Perlu kita ketahui, setiap syair pasti mengandung pesan tertentu. Pesan tersebut dapat kita simpulkan setelah memahami isi sebuah syair.
v  Persamaan pantun dan syair:
·         Terdiri dari 1 bait,4 baris
·         Satu baris terdiri dari 8-12 suku kata
·         Sama-sama puisi lama

v  Perbedaan pantun dan syair:
  Pantun
·         Rima a-b-a-b(sajak silang/sengkelang)
·         Ada sampiran baris 1 & 2,isi baris 3 & 4
  Syair
·         Rima a-a-a-a(sajak sama/rata)
·         Tidak ada sampiran(semua isi)

Ø  Gurindam(berasal dari bahasa Tamil”india”)
Yang berarti ”Perhiasan/Bunga”. Satu bait terdiri dari dua baris, memiliki irama yang sama dan merupakan kesatuan utuh. Baris pertama merupakan syarat baris kedua merupakan jawabannya. Gurindam berisi petuah/nasihat.
Ø  Talibun
Talibun merupakan puisi lama seperti pantun,tetapi jumlah barisnya lebih dari 4 baris selalu genap. Misalnya: 6, 8, 10. Sampiran talibun terletak pada separuh bait dari atas, sedangkan isinya terdapat pada separuh bait dari baris. Syarat talibun:

1)    Setiap bait terdiri dari lebih 4 baris dan selalu genap
2)    Setiap baris terdiri 8-12 suku kata
3)    Rima(rumus sajak : abc, abc, abcd....)
4)    Separuh bait dari atas sampiran, sedangkan separuh baitnya lagi isi

Ø  Karmina
Karmina disebut juga pantun kilat terdiri dari dua baris. Baris 1 merupakan sampiran, dan baris 2 merupakan isi. Pada persajakan karmina adalah”a, a”. Karmina biasanya berisi sindiran atau ungkapan secara langsung. Contoh;
Sudah gaharu cendana pula        (a, a)
Sudah tua bertanya pula

Ø  Seloka
Seloka berasal dari bahasa Sansekerta (India). Biasanya berisi pepatah atau perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran, atau ejekan. Bentuk seloka terdiri dari 4 baris. Baris 1 dan 2 merupakan sampiran, baris 3 dan 4 merupakan isi. Rima atau rumus persajakan seloka(a, a, a, a). Contoh Seloka:
·         Sudah bertemu kasih sayang
Duduk termenung malam siang
Hingga setapak tiada renggang
Tulang sendi habis berguncang

Ø  Mantra
Mantra termasuk puisi Indonesia yang paling tua. Pada umumnya, mantra diucapkan pada waktu orang melaksanakan pekerjaan yang dianggap penting, misalnya pekerjaan; menyingkirkan/mengusir roh-roh jahat , menaburkan benih, mendirikan rumah. Tujuannya supaya tidak mendapat murka/bencana. Mantra biasanya disusun dengan menggunakan kata-kata yang memiliki kekuatan gaib, diucapkan pada waktu dan tempat tertentu. Kata-kata dalam mantra juga memiliki irama dan nada yang khas, inilah yang menyebabkan mantra termasuk puisi yang bersajak dan berirama. Orang yang biasa membawakan mantra disebut pawing atau dukun. Contoh mantra untuk mengusir binatang buas di hutan:
   Hai,si gempar alam
   Gegap  gempita
   Jarum besi akan romaku
   Ular bisa akan janggutku
   Buaya akan tongkat mulutku
   Harimau menderam diprigiku
   Gajah mendering bunyi suaraku
   Suaraku seperti bunyi halilintar
   Bibirku terkatup,gigi terkunci
   Jikalau bergerak bumi dan langit
   Bergeraklah hati engkau
   Hendak marah atau hendak membinasakan

Ø  Bidal
Bidal,bahasa kiasan yang digunakan untuk menyampaikan maksud secara halus supaya tidak menyinggung perasaan.Susunan kata tidak dapat diubah,olah karena itu bidal memppunyai lagu,irama,dan gerak tertentu.Bidal termasuk puisi melayu asli Indonesia,terbagi menjadi:
a)    Tamzil
b)    Pameo
c)    Pepatah
d)    Perumpamaan
e)    Ungkapan
f)     Ibarat
g)    Kata aktif

§  Tamzil: kiasan yang bersajak dan berirama. Contoh;
                                    Tua-tua keladi
                                    Makin tua, makin jadi

§  Pameo: kata-kata yang dipergunakan sebagai slogan untuk membangkitkan semangat masyarakat. Contoh; Maju terus, pantang mundur.

§  Pepatah: bahasa kiasan yang dipergunakan oleh seseorang yang berfungsi untuk mematahkan atau memojokkan pembicaraan orang lain. Contoh; Tong kosong berbunyi nyaring.

§  Perumpamaan: bahasa kiasan yang dipergunakan sebagai bahan perbandingan antara sesuatu hal dengan hal yang lain. Contoh; Bagai pelita kehabisan minyak.

§  Ungkapan:kiasan yang amat singkat,biasanya hanya terdiri dari dua patah kata.Contoh;Bunga desa/Bunga kampung.

§  Ibarat: kiasan yang dipergunakan sebagai lambang suatu perbuatan atau kehidupan. Contoh; Ibarat burung dalam sangkar, mata lepas badan terkurung.


§  Kata Aktif: kata-kata mutiara yang dipergunakan sebagai nasihat. Kata aktif bersumber dari ucapan “Nabi Muhammad” yang sudah lazim diucapkan orang Melayu. Contoh; Surga terletak di bawah kaki ibu.



DAFTAR PUSTAKA

1 komentar:

  1. Senang saya membaca tulisannya
    lengkap dan sarat isi ilmunya
    bolehlah saya izin menyalinnya
    sebagai bahan belajar bersama
    untuk menulis yang lebih kaya
    entah puisi atau prosa

    salam, benny

    BalasHapus